Hellosumut.com, Simalungun-Sumut |
Satreskrim Polres Simalungun bersama Satuan Tugas Pengendalian Harga Beras Kabupaten Simalungun melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta pengawasan harga beras premium dan medium di pasar tradisional dan ritel modern pada Kamis, (13/11/2025) mulai pukul 09.00 WIB.
Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Herison Manullang, S.H., saat dikonfirmasi pada Jumat malam (14/11/2025), menjelaskan bahwa kegiatan ini mengacu pada UU No. 02 Tahun 2002 serta Keputusan Kepala Bapanas No. 375 Tahun 2025 sebagai dasar pembentukan Satgas Pengendalian Harga Beras.
“Tujuan kami memastikan harga beras tetap stabil dan ketersediaannya aman bagi masyarakat,” ujarnya AKP Herison Manullang, S.H.
Pengawasan ini dilakukan oleh tim terpadu yang melibatkan berbagai instansi. AKP Herison turun langsung bersama Kanit Ekonomi Satreskrim IPDA Gagas Dewanta, S.TrK., M.H. Mereka bekerja berdampingan dengan perwakilan dari Dinas Perekonomian, Bulog Pimpinan Wilayah, Dinas Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas PMTSP, Dinas Pertanian, dan Disperindag, yang masing-masing memiliki peran dalam pemantauan harga, stok, serta kepatuhan ritel terhadap HET.
Di salah satu gerai Alfamart, tim menemukan bahwa harga beras premium dari sejumlah merek masih berada dalam kisaran yang ditentukan pemerintah.
Merek Sania dijual seharga Rp 15.200 per kg, sementara merek Anak Raja serta Raja Platinum terlihat dipasarkan pada angka Rp 15.300 per kg. Merek Raja Ultima sedikit lebih tinggi, yaitu Rp 15.400 per kg, dan beras Slyp berada di kisaran Rp 15.300 per kg. Untuk beras SPHP, stok tercatat sebanyak 60 kg dengan harga Rp 13.100 per kg.
Di gerai Indomaret, stok beras premium cenderung lebih besar. Merek Sania terpantau memiliki stok paling banyak dengan harga Rp 15.200 per kg, disusul Slyp Toro yang dijual Rp 15.300 per kg.
Merek Anak Raja berada pada harga yang sama, sementara Meutuah Baro tercatat dijual Rp 15.400 per kg. Beras Slyp juga berada pada kisaran yang sama, yaitu Rp 15.400 per kg. Untuk beras SPHP, Indomaret menyediakan stok 65 kg dengan harga Rp 13.100 per kg.
“Baik di Alfamart maupun Indomaret, harga beras medium tetap Rp 14.000 per kg dan beras premium tidak melebihi Rp 15.400 per kg, semuanya sesuai HET,” tegas AKP Herison.
Selain pengawasan, Satgas Pangan juga melaksanakan Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor Camat Bandar dengan menyalurkan 2.000 karung beras SPHP. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, yakni Rp 58.500 per karung, sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat.
AKP Herison memastikan pihaknya akan terus melakukan monitoring rutin. Jika ditemukan kios atau distributor yang menjual beras di atas HET, teguran akan langsung diberikan, baik lisan maupun tertulis.
“Kami komit untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan masyarakat tidak terbebani,” ujarnya.
Beliau juga menekankan pentingnya koordinasi dengan berbagai instansi terkait agar distribusi beras tetap lancar dan harga tetap terjangkau.
Operasi terpadu ini menjadi wujud keseriusan Polres Simalungun dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga beras serta melindungi daya beli masyarakat. (Red)






