Dua Sungai Meluap, Polsek Bosar Maligas Bergerak Cepat Amankan Pemukiman Warga

Hellosumut.com, Simalungun-Sumut |

Curah hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Simalungun pada Kamis siang, 27 November 2025, memicu meluapnya dua sungai di Kecamatan Bosar Maligas.

Akibatnya, pemukiman warga di Lingkungan III Rendahan, Kelurahan Bosar Maligas, mulai tergenang air. Jumat, (28/11/2025).

Namun situasi cepat tertangani berkat respons sigap aparat kepolisian bersama pemerintah setempat.

Sekitar pukul 14.00 WIB, Bhabinkamtibmas Polsek Bosar Maligas Aipda H. Sinaga langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan warga. Ia memastikan kondisi masyarakat aman sekaligus melakukan langkah penanganan awal.

Saat dikonfirmasi pada pukul 19.30 WIB, Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh meluapnya Sungai Parpayakan dan Sungai Sordang.

“Tingginya curah hujan sejak pagi membuat debit air meningkat drastis dan mulai memasuki pemukiman,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan berat. Meski demikian, potensi banjir susulan tetap diwaspadai karena hujan masih berlangsung.

Di lokasi, Aipda H. Sinaga bersama Pemerintah Kecamatan Bosar Maligas dan Koramil 07 Bosar Maligas langsung melakukan koordinasi penanganan.

Mereka mendatangi rumah-rumah warga, menyampaikan himbauan evakuasi, serta meminta masyarakat mengamankan barang penting.

“Saya imbau warga jangan panik, tapi tetap waspada. Bila air naik, segera mengungsi. Keselamatan lebih utama,” ungkap Aipda H. Sinaga.

Ia juga memperingatkan warga agar tidak mendekati aliran sungai yang arusnya semakin deras, terutama anak-anak.

Kapolsek Bosar Maligas, IPTU Sonni G. Silalahi, S.H., mengapresiasi gerak cepat anggotanya dalam menangani situasi.

“Kami sudah menyiapkan titik evakuasi sementara jika debit air kembali meningkat. Koordinasi dengan kelurahan dan kecamatan sudah dilakukan,” ujarnya.

IPTU Sonni menegaskan bahwa informasi cepat dari masyarakat menjadi kunci dalam penanganan bencana. “Begitu melihat tanda bahaya, segera laporkan,” tambahnya.

Sejumlah warga mengaku lega dengan kehadiran aparat. Banyak yang telah memindahkan dokumen dan barang berharga. Warga di area paling rendah mulai mengungsi ke rumah keluarga yang lebih aman.

Hingga malam, kondisi di Lingkungan III Rendahan berada dalam pemantauan intensif. Petugas Polsek dan Koramil tetap siaga karena hujan diprediksi belum mereda.

AKP Verry Purba menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat.

“Polri hadir bukan hanya saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga saat masyarakat menghadapi bencana. Ini bentuk pengabdian kami,” tegasnya.

Dengan koordinasi yang solid antara Polsek Bosar Maligas, TNI, dan pemerintah kecamatan, situasi banjir dapat tertangani dengan aman. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan aparat demi keselamatan bersama. (Red)